Advertised

Advertised

Saturday, November 4, 2017

Ngaku Istri Kombes Diterdakwakan

Satupembaruan.com, JAKARTA - Sidang kasus dugaan pemalsuan buku nikah dan dugaan penggelapan harta keluarga almarhum Kombes Pol (Purn) Agus Maulana Kasiman (mantan Kepala Detasemen Patroli Jalan Raya/Kaden PJR Markas Besar Polri), kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (2/11). Dalam sidang yang digelar kemarin, Majelis Hakim PN Jakarta Selatan mendengarkan keterangan saksi, diantaranya Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Asep Muhtar.


Dijelaskan Asep, KUA Serang Baru tidak pernah  menikahkan almarhum Agus dengan terdakwa Sarah Susanti. Oleh sebab itu, pihaknya tidak pernah menerbitkan buku nikah. "Buku nikah yang dimiliki Ibu Sarah, palsu karena tidak tercatat," kata Asep pada para wartawan usai sidang.


Sambil memperlihatkan fotokopi buku nikah, yang diklaim milik Sarah, Asep mengatakan, jika dilihat sekilas, buku nikah yang dimiliki Sarah nampak asli. Namun ketika diteliti, banyak kejanggalan seperti tanda tangan yang berbeda. "Saya cocokkan dengan tanda tangan Dede Suhono, Kepala KUA Serang Baru saat itu yang menandatangani buku, berbeda," kata dia.


Perbedaan terlihat dari ejaan nama Dede. Nama Dede, disebutkan Asep ditulis berbeda. Pada buku nikah Sarah, Dede ditulis hanya menggunakan huruf "D" dua kali, tanpa menggunakan huruf "E". Padahal yang benar ejaannya adalah "Dede".


Selain itu stempel pada buku juga tidak sama dengan yang biasanya. "Kalau yang biasa dipakai, hasil stempel ukuran diameternya kecil. Nah ini berbeda, lebih besar," tukas Asep. Buku nikah yang diakui terdakwa, juga semakin diragukan keasliannya, karena setelah dilakukan  pengecekan pada nomor registrasi buku tersebut, tidak ditemukan nomor registrasi yang dimaksud pada data-data yang dimiliki KUA.


Disamping itu, Asep mengatakan, pernah didatangi seseorang yang mengaku utusan Sarah. Pria bernama Maryadi itu, memintanya mencatatkan buku nikah yang sekarang dipersoalkan. Ia berjumpa pria berusia sekitar 50 tahun dan berpenampilan selayaknya ahli agama itu, di depan kantor pada November 2014.


Sebelum pertemuan tersebut, Asep mengaku tak mengenal Maryadi. "Dia pertama minta dicatatkan buku nikah itu, karena saya enggak mau makanya dia minta legalisir saja. Tapi tetap saya tolak," ujar Asep.


Penolakan disampaikan, karena KUA merasa tidak pernah mengeluarkan buku tersebut. Karenanya pencatatan dan legalisir buku nikah tidak bisa dilakukan. Asep mengaku enggan melanggar hukum. Lebih lanjut, dia memperkirakan permintaan diajukan saat buku nikah Sarah mulai dipermasalahkan.


"Maryadi sempat ngasih janji bakal memberi imbalan kalau saya penuhi permintaannya. Cuma bahasanya nggak tegas, apa yang mau dikasih," ujar Asep.


Sedangkan dari kesaksian, Melva Tambunan, istri dari almarhum Agus sekaligus pelapor, mengatakan buku nikah yang diklaim Sarah, disinyalir palsu dan diduga digunakan Sarah untuk menguasai harta benda suaminya. "Terdakwa menjual ruko di notaris, dengan menggunakan buku nikah dan terdakwa membubuhkan (pernyataan) sebagai istri sah," kata Melva.


Pihaknya juga menuding Sarah akan menguasai rumah dinas almarhum Agus di Pengadegan, Jakarta Selatan, rumah di Surabaya dan sejumlah mobil. "Dia juga minta perlindungan ke PP (Persatuan Purnawirawan) Polri," tukas Melva.


Sementara itu, kuasa hukum terdakwa, Ahmad Ramzi menolak untuk diwawancarai. Dia hanya menyarankan wartawan untuk mengikuti proses sidang. "Ikuti saja proses persidangan," kata Ramzi.


Seperti diketahui, dalam dakwaannya, Jaksa Agnes yang membacakan isi dakwaan, menjelaskan bahwa terdakwa Sarah Susanti hanya sebagai istri siri almarhum Kombes Pol (Purn) Agus Maulana Kasiman‎. Istri sah almarhum adalah Melva Tambunan.


Sarah yang kini tinggal di rumah dinas Polri di Pengadegan, Kalibata, Jakarta Selatan itu didakwa tinggal di rumah dinas Polri yang bukan haknya beserta aset peninggalan almarhum yang dikuasai Sarah. Aset yang disebutkan diantaranya empat buah mobil, satu ruko dan beberapa petak tanah dengan surat kepemilikan dipegang terdakwa yang berstatus tahanan kota itu. (Qiy)
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment