Advertised

Advertised

Friday, December 15, 2017

Perum Jamkrindo dan PT Jamsyar Raih Penghargaan Branding Award

Perum Jamkrindo dan PT Jamsyar Raih Penghargaan Branding Award JAKARTA- Ajang BUMN Branding & Marketing Award 2017 kembali digelar. Memasuki tahun ke-5, kegiatan yang diselenggarakan oleh BUMN Track didukung Rumah Perubahan dan Arrbey Consulting ini mengambil tema “To Handle Disruption”. Ditahun ini, Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) dan anak perusahaannya PT Penjaminan Jamkrindo Syariah (PT Jamsyar) berhasil menyabet dua penghargaan sekaligus yakni Corporate Branding yakni Silver Winner kategori Branding Strategy untuk Perum Jamkrindo sebagai dan Bronze Winner Kategori Produk Branding untuk PT Jamsyar. Penghargaan diterima oleh Direktur Operasional dan Jaringan Kadar Wisnuwarman dan Direktur Keuangan, SDM dan Umum PT Penjaminan Jamkrindo Syariah, Endang Sri WinarniR di Jakarta, Kamis 14 Desember 2017. Perum Jamkrindo dan anak perusahaannya terpilih untuk presentasi pedalaman kuesioner di hadapan Dewan Juri untuk menyampaikan konsep dan strategi yang unik dalam hal branding dan marketing yang menjadi keunggulan perusahaan dan menyikapi era Disruption. "Penganugerahan penghargaan tersebut menandakan bahwa pada era disrupsi ini, Perum Jamkrindo dan anak perusahaannya mampu bersaing sesuai dengan visinya untuk menjadi perusahan penjamin terdepan," kata Kadar. Sebanyak lebih dari 70 BUMN dan anak perusahaan terjaring dalam seleksi melalui proses penjurian yang dilaksanakan dalam dua tahap yakni kajian kuesioner dan pedalaman kuesioner melalui wawancara oleh Dewan Juri yang diketuai oleh Ketua Dewan Juri Rhenald Kasali. Penghargaan ini adalah apresiasi terhadap BUMN dan anak perusahaannya yang telah menunjukkan performa unggul baik dari sisi branding dan marketing sehingga memiliki daya saing global dan menjadi regional champion. Pendiri Rumah Perubahan yang juga pengamat ekonomi bisnis dari Universitas Indonesia Prof. Rhenald Kasali mengungkapkan, disruption bukan sekadar mengembangkan layanan berbasis aplikasi online, tetapi sebuah paradigma baru, bahwa mengembangkan perusahaan tak semata harus memperbesar kepemilikan, tetapi lebih kepada memperbesar kemampuan berbagi (sharing). Antusiasme peserta dalam mengikuti ajang ini mencerminkan bahwa perusahaan milik negara telah memiliki kesadaran dan jiwa kompetisi yang tinggi untuk meningkatkan daya saing di kancah global. Selain itu, ajang ini juga menjadi forum bagi para pelaku branding dan marketing BUMN untuk bertukar ide, pengalaman. (Ari)

Saturday, November 4, 2017

Ngaku Istri Kombes Diterdakwakan

Satupembaruan.com, JAKARTA - Sidang kasus dugaan pemalsuan buku nikah dan dugaan penggelapan harta keluarga almarhum Kombes Pol (Purn) Agus Maulana Kasiman (mantan Kepala Detasemen Patroli Jalan Raya/Kaden PJR Markas Besar Polri), kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (2/11). Dalam sidang yang digelar kemarin, Majelis Hakim PN Jakarta Selatan mendengarkan keterangan saksi, diantaranya Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Asep Muhtar.


Dijelaskan Asep, KUA Serang Baru tidak pernah  menikahkan almarhum Agus dengan terdakwa Sarah Susanti. Oleh sebab itu, pihaknya tidak pernah menerbitkan buku nikah. "Buku nikah yang dimiliki Ibu Sarah, palsu karena tidak tercatat," kata Asep pada para wartawan usai sidang.


Sambil memperlihatkan fotokopi buku nikah, yang diklaim milik Sarah, Asep mengatakan, jika dilihat sekilas, buku nikah yang dimiliki Sarah nampak asli. Namun ketika diteliti, banyak kejanggalan seperti tanda tangan yang berbeda. "Saya cocokkan dengan tanda tangan Dede Suhono, Kepala KUA Serang Baru saat itu yang menandatangani buku, berbeda," kata dia.


Perbedaan terlihat dari ejaan nama Dede. Nama Dede, disebutkan Asep ditulis berbeda. Pada buku nikah Sarah, Dede ditulis hanya menggunakan huruf "D" dua kali, tanpa menggunakan huruf "E". Padahal yang benar ejaannya adalah "Dede".


Selain itu stempel pada buku juga tidak sama dengan yang biasanya. "Kalau yang biasa dipakai, hasil stempel ukuran diameternya kecil. Nah ini berbeda, lebih besar," tukas Asep. Buku nikah yang diakui terdakwa, juga semakin diragukan keasliannya, karena setelah dilakukan  pengecekan pada nomor registrasi buku tersebut, tidak ditemukan nomor registrasi yang dimaksud pada data-data yang dimiliki KUA.


Disamping itu, Asep mengatakan, pernah didatangi seseorang yang mengaku utusan Sarah. Pria bernama Maryadi itu, memintanya mencatatkan buku nikah yang sekarang dipersoalkan. Ia berjumpa pria berusia sekitar 50 tahun dan berpenampilan selayaknya ahli agama itu, di depan kantor pada November 2014.


Sebelum pertemuan tersebut, Asep mengaku tak mengenal Maryadi. "Dia pertama minta dicatatkan buku nikah itu, karena saya enggak mau makanya dia minta legalisir saja. Tapi tetap saya tolak," ujar Asep.


Penolakan disampaikan, karena KUA merasa tidak pernah mengeluarkan buku tersebut. Karenanya pencatatan dan legalisir buku nikah tidak bisa dilakukan. Asep mengaku enggan melanggar hukum. Lebih lanjut, dia memperkirakan permintaan diajukan saat buku nikah Sarah mulai dipermasalahkan.


"Maryadi sempat ngasih janji bakal memberi imbalan kalau saya penuhi permintaannya. Cuma bahasanya nggak tegas, apa yang mau dikasih," ujar Asep.


Sedangkan dari kesaksian, Melva Tambunan, istri dari almarhum Agus sekaligus pelapor, mengatakan buku nikah yang diklaim Sarah, disinyalir palsu dan diduga digunakan Sarah untuk menguasai harta benda suaminya. "Terdakwa menjual ruko di notaris, dengan menggunakan buku nikah dan terdakwa membubuhkan (pernyataan) sebagai istri sah," kata Melva.


Pihaknya juga menuding Sarah akan menguasai rumah dinas almarhum Agus di Pengadegan, Jakarta Selatan, rumah di Surabaya dan sejumlah mobil. "Dia juga minta perlindungan ke PP (Persatuan Purnawirawan) Polri," tukas Melva.


Sementara itu, kuasa hukum terdakwa, Ahmad Ramzi menolak untuk diwawancarai. Dia hanya menyarankan wartawan untuk mengikuti proses sidang. "Ikuti saja proses persidangan," kata Ramzi.


Seperti diketahui, dalam dakwaannya, Jaksa Agnes yang membacakan isi dakwaan, menjelaskan bahwa terdakwa Sarah Susanti hanya sebagai istri siri almarhum Kombes Pol (Purn) Agus Maulana Kasiman‎. Istri sah almarhum adalah Melva Tambunan.


Sarah yang kini tinggal di rumah dinas Polri di Pengadegan, Kalibata, Jakarta Selatan itu didakwa tinggal di rumah dinas Polri yang bukan haknya beserta aset peninggalan almarhum yang dikuasai Sarah. Aset yang disebutkan diantaranya empat buah mobil, satu ruko dan beberapa petak tanah dengan surat kepemilikan dipegang terdakwa yang berstatus tahanan kota itu. (Qiy)

Wednesday, November 1, 2017

Hari Ini Prabowo Soenirman Laporkan Ketua DPRD DKI Ke-Badan Kehormatan

Satupembaruan.com, Jakarta- Karut-Marutnya sidang paripurna istimewa pidato Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan makin panas.

Wakil Ketua Fraksi Partai DPRD DKI Jakarta, Prabowo Soenirman, akan melaporkan Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi ke Badan Kehormatan (BK).

"Jam 13.00 saya laporkan ketua DPRD ke BK," ujar Prabowo Soenirman kepada wartawan, Rabu (1/11).

Prabowo menilai, Prasetio sama sekali tidak memiliki niat baik untuk menghargai pilihan rakyat Jakarta saat Pilkada DKI 2017 lalu, yang menghendaki Anies-Sandi memenangi pesta demokrasi tersebut, dan menjadi pemimpin baru yang menggantikan Ahok-Djarot yang diusung koaliasi PDIP.

Perlu diketahui, saat Pilkada DKI 2017, Anies-Sandi diusung koalisi PKS dan Gerindra, sementara Ahok-Djarot diusung PDIP, PAN, PKB, Hanura, NasDem dan Golkar, namun Anies-Sandi menang dengan perolehan suara hingga 58,06 persen

Prabowo juga menilai, dengan sikapnya itu, Prasetio terbukti lebih mengedepankan kepentingan politik dibanding kepentingan rakyat.

"Dia sudah bertindak tidak etis, karena itu saya laporkan ke BK," Kata Prabowo.

Penulis : Harris Cendra
Editor : Redaktur

Api Olimpade Tiba Di Korea Selatan

Image result for bendera korea selatanSatupembaruan.com, Korea - Api Olimpiade tiba di Korea Selatan pada Rabu, 100 hari menjelang upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018.

Atlet seluncur indah peraih medali emas dari Korea Selatan Kim Yu-Na dan menteri olahraga membawa obor tersebut, yang berada dalam kotak pengaman api Olimpiade, turun dari pesawat di Bandar Udara Incheon setelah tiba dari Yunani.

"Hari ini sangat penting dan merupakan simbol membanggakan dari upaya dan semangat kita dalam menghadirkan salah satu acara olahraga paling menarik ke negara kita," kata kepala penyelenggara Lee Hee-Beom.

"Kami ingin estafet obor Olimpiade menghubungkan Anda dengan Olimpade, dan membangkitkan semangat dan kegembiraan di setiap penjuru Korea," imbuh Lee.

Turnamen tersebut akan berlangsung mulai dari 9 hingga 25 Februari. 

Namun, persiapan Olimpade diwarnai oleh penjualan tiket yang lambat dan ancaman nuklir Korea Utara, yang berjarak hanya 80 kilometer dari Pyeongchang di seberang Zona Demiliterisasi yang memisahkan semenanjung itu, demikian AFP.

Editor : Redaktur

Ini Penampakan Motor Listrik Terbaru Yamaha

Ini penampakan motor listrik terbaru YamahaSatupembaruan.com, JAKARTA - PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) memperkenalkan sepeda motor listrik kepada masyarakat Indonesia dengan menggelar uji pasar atau "market trial" di kawasan Kuningan, Jakarta.

"Dengan latar belakang pengalaman kami mengembangkan kendaraan listrik, kami sangat percaya diri untuk menghadapi era kendaraan listrik di Indonesia," kata Minoru Morimoto, Presiden Direktur YIMM di Jakarta, Rabu (1/11)

Marotomo menyampaikan, sejarah awal kendaraan listrik Yamaha sendiri dimulai pada 1993, di mana pabrikan asal Jepang itu mulai memasarkan sistem Electrical Support Bicycle pertama yaitu Power Assist System (PAS).

Sementara untuk motor listrik, Yamaha pertama kali memperkenalkannya pada 2002 lewat Yamaha Passol, kemudian terus melakukan pengembangan berturut-turut dengan memperkenalkan EC-02, Passol-L, EC-03 dan E-Vino.

"Ini adalah langkah pertama kami dalam menyongsong era kendaraan listrik bersama-sama dengan anda," ujar Moromoto.

Diketahui, YIMM sebagai anak perusahaan Yamaha Motor Company sedang giat melakukan studi pasar motor listrik di Indonesia.

Dalam kurun waktu satu bulan ke depan, YIMM bekerja sama dengan empat institusi di antaranya Kebun Raya Bogor, Universitas Pelita Harapan (UPH), PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia dan The Breeze BSD, akan melakukan uji coba motor listrik Yamaha. 

Motor listrik tersebut nantinya digunakan sebagai transportasi di kawasan internal mereka.

Selanjutnya, Yamaha akan menganalisa hasil “market trial” tersebut supaya menghasilkan motor listrik berkualitas untuk konsumen Indonesia.

Sumber : Antara
Editor : Redaktur